Pengalaman Bekerja di Home Credit sebagai Desk Agent

Haii haiii!
Kali ini aku akan cerita tentang pengalaman kerjaku sebagai Desk Collection di PT. Home Credit Indonesia.

HARI MELAMAR

Saat itu di kota tempat aku tinggal ada event Job Fair. Banyak banget perusahaan-perusahaan besar maupun yang baru aku tau di event itu. Ya namanya Job Fair, aku masukkin beberapa CV aku ke meja-meja perusahaan yang aku minati.

Sampailah aku di meja PT. Home Credit Indonesia. Biasanya aku selalu tanya-tanya dulu terkait lowongan yang dibuka, kualifikasi pendidikan, dan job descnya apa aja. Well, saat itu aku dijelasin sebagai Desk Agent/Collection itu untuk lulusan minimal D3 dan tugasnya menagih nasabah Home Credit mengenai tagihan cicilannya. 

Aku pikir, saat itu aku baru lulus sebagai Sarjana. It's ok. Karena kualifikasi pendidikannya pun D3 jadi ga jauh-jauh amat. Aku adalah orang yang sangat realistis. Aku tidak meremehkan lulusan lain tapi maksud aku, kalo ada kualifikasi Sarjana ya kenapa engga? 

Oke, aku langsung dijadwalkan untuk interview esok hari. Kaget? Lumayan.


HARI INTERVIEW

Aku datang langsung ke kantor pusat Home Credit yang ada di daerah Ps. Minggu, Jakarta Selatan. Cukup kaget karena kantornya di Plaza Oleos yang disana bukan cuma Home Credit aja tapi banyak perusahaan lainnya, aku kira Home Credit ada kantornya sendiri gitu. Khusus HC sendiri. Paham ga? Hehe

Well, meskipun HC ini di Plaza Oleos tapi kantornya besarrrr banget dan luas. Dan HC sendiri  ga cuma 1 lantai. Seinget aku ada 3-4 lantai yang dimiliki HC. Banyak yaaa

Saat itu jadwal interviewnya sekitar jam 1 siang. Aku nunggu di depan meja receiptionist. 30 menit berlalu, it means jam 13.30 WIB tapi kok aku ga liat ada tanda-tanda orang interview. Akhirnya aku tanya ke orang yang mau masuk ke dalam ruangan. Disitu aku disuruh tunggu lagi.

Galama, ada 3 orang sepertinya kandidat juga yang mau interview. Aku langsung tanya sama mereka tentang tujuannya apa, ya kalo sama mau interview juga, aku bisa tanya kemana.

Akhirnya mereka ke ruangan yang jelas-jelas ada di depan aku, samping meja receiptionist. Aku masuk kesana bareng mereka dan ternyata udah rameeee banget! Aku speechless. Sekitar 1 jam aku nunggu di depan, ga ada yang kasih tau, padahal satpamnya pun ada disana waktu itu dan aku udah bilang mau interview. Well, aku ga nyalahin satpamnya sih, mungkin beliau emang gatau xxx


TES MENGETIK

Setelah aku speechless, aku diminta untuk duduk yang di depannya ada meja beserta komputer dan keyboard. Ternyata HR sedang menjelaskan benefit apa aja yang akan didapat saat bergabung sebagai karyawan HC. 

Setelah penjelasan HR, kita diminta untuk typing skill. Sejauh mana kita bisa mengoperasikan komputer, kecepatan mengetik per menitnya.

Well, karena semasa kuliah aku sangat familiar dengan ketik mengetik, jadi aku salah satu kandidat yang tercepat dalam mengetik. Karena, HR memanggil nama satu per satu kandidat yang meminta menyebutkan hasil mengetiknya (kecepatan mengetik per menitnya).

Alhamdulillah aku lanjut ke tes berikutnya.


PSIKOTEST? TRAINING?

Jujur aku agak lupa untuk tes psikotes di HC ini untuk posisi Desk Agent. Seinget aku, dari tes mengetik langsung training. 

Hari Senin, awal minggu, aku akan training di HC sebagai Desk Agent. Karena lokasi rumahku dengan kantor pusat Home Credit ini cukup jauh, jadi di hari pertama training aku telat. Hm tidak patut dicontoh. 


TRAINING DASAR 1 MINGGU, TRAINING + OJT 2 MINGGU

Di 1 minggu pertama, kita diajarkan tentang teori-teori sebagai Desk Agent. Well, meskipun kadang kita diminta maju ke depan untuk simulasi sebagai nasabah ataupun desk agent. Tapi di training dasar ini sangat mengedepankan teorinya dulu biar mateng.

Di tahapan training ini ada seleksinya lagi. Karena ada ujian akhir. Oh iya, fyi, kalo kamu ga lulus di training dasar selama 1 minggu, kamu akan tetap diberikan uang training, cuma emang ga banyak sih. Aku lupa-lupa ingat berapa pastinya, tapi estimasi sekitar 300 ribu rupiah. Yaaa itung-itung uang transportasi.

Alhamdulillah aku lolos ke training lanjutan. Di training ini cukup lama yaitu sekitar 2 mingguan + 3 hari (OJT). Nah, di training lanjutan ini akan diberikan teori sekaligus prakteknya. Tapi menurut aku lebih banyak prakteknya dibanding teori. Karena training dasar udah kasih ilmu-ilmu dasarnya kan sebagai Desk Agent.

Intinya di training lanjutan ini, kita dilatih sebagai Desk Agent secara langsung. Dan di training inipun banyak ujian seleksinya lagi hahahaha. Alhamdulillah aku lolos.

Lanjut ke OJT. On Job Training atau disebut praktek langsung ke floor sebagai Desk Agent. Fyi, ga beda jauh seperti Telesales atau Call Centre yang kerja akan memakai headphone dan berkutat dengan komputer beserta sistem perusahaan.

Ruangan yang berisi karyawan Call Centre atau Telesales ataupun Desk Agent disebut Floor. Floor ini berisikan cubicle-cubicle, atau seperti ini contohnya:


Paham yaaa sampai sini? 
Lanjutttt.

OJT itu beda banget atmosfirnya saat training, karena berhadapan langsung sama nasabah. 

Well, karena ini sebagai Desk Agent alias penagih hutang melalui telepon, maka siap-siap aja mendengarkan berbagai macam keluh kesah nasabah atau bahkan harus siap mental di caci maki hehe

Di OJT sendiri ada targetnya. Ya pasti, namanya kerja ada target ya shayyyy. Tapi aku lupa berapa.

Nah, disini...aku sebagai Best Desk Agent karena aku berhasil mencapai 15 juta rupiah dalam waktu beberapa hari saat OJT ini. Ga expect sih. Saat menagih melalui telepon juga aku ga yang maksa-maksa nasabah untuk bayar, tapi aku lebih edukasi mereka resiko resiko apa yang akan terjadi. Meskipun mereka udah tau resikonya, tapi aku berusaha untuk pakai hati bicaranya. Beda gasi kalo kita ngasih tau yang tujuannya biar tau aja sama kita ngasih tau yang memposisikan diri kita sendiri sebagai orang lain alias nasabah.

Itu yang selalu aku lakuin. Bahkan pernah saat menelepon nasabah, ketika nasabah itu di jalan atau sedang berkendara, aku bilang untuk nanti akan ditelepon kembali karena khawatir akan kenapa-kenapa saat berkendara sambil menelepon. Dan ternyata rekaman telepon aku dan nasabah ini diambil oleh QA (penilai/pengevaluasi) untuk dinilai, gimanasih cara kita nelepon nasabah, gimanasi cara kita nagih ke nasabah, dan gimanasih attitude kita saat menelepon.

On point, aku dapet sertifikat Best Desk Agent oleh HC. Tapi karena saat itu aku gamasuk alias sakit, jadi sampai saat ini aku ga megang sertifikat itu hahahah padahal lumayan.

Dari OJT tersebut aku lolos ke bekerja sebagai karyawan HC. 

Langsung ditransfer uang trainingnya. Gimana nominal yang kita raih saat penagihan? Dapet ga 15 jutanya? Jawabannya engga ya shayyyy hahahaha. Nominal itu masuk ke HC, bukan ke aku. Karena saat itu aku masih OJT dan belum resmi jadi karyawan HC.

Well, aku ga lanjut untuk bekerja sebagai Desk Agent. Karena, ada beberapa pertimbangan yang membuat aku mundur dari pekerjaan ini. 


KEJADIAN

Saat itu aku dan teman-teman trainingku lagi istirahat dan memutuskan untuk makan di basement. Disana emang ada kantin gitu. Saat kita naik ke gedung, kita inisiatif melewati ruangan pertama saat kita training dasar. Agak kaget. Aku ngeliat beberapa stand banner di depan pintu ruangan itu. Banner itu bertuliskan syarat-syarat menjadi Desk Collection di HC dengan kualifikasi pendidikannya. Aku merasa agak dibodohi dan dibohongi saat Job Fair. Jelas-jelas di banner itu bertuliskan pendidikan minimal SMA. Kenapa harus bohong ketika aku tanya kualifikasi pendidikannya apa, dan beliau bilang D3. Huh aku agak kecewa sih. Tapi yaudah ini jadi pembelajaran aja. Disini aku ga menyalahkan Home Credit ya, mungkin saat itu HC membutuhkan banyak karyawan jadi mengatakan demikian. Aku bersyukur juga bisa bekerja di HC, karena ini jadi pengalaman berharga aku sebagai fresh graduate saat itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Test Interview dan Psikotest di Bank Mandiri sebagai Kriya Mandiri 2021

Pengalaman Interview HR Bank Muamalat 2021